Sistem operasi besutan Research in Motion (RIM), BlackBerry boleh jadi hingga kini masih terbebas dari serangan virus atau program jahat lainnya. Tapi jangan salah, sistem ini sudah mulai memenuhi ‘syarat’ untuk jadi sasaran tembak penyerangan virus.

Pengguna BlackBerry memang kian meningkat jumlahnya, tidak terkecuali di Tanah Air. Bahkan setiap produk yang diluncurkan selalu laris di pasaran.

Ponsel pintar BlackBerry sendiri menggunakan sistem operasi dengan nama yang sama, yakni BlackBerry. OS tersebut memang dikenal cukup handal dalam masalah manajeman aplikasi hingga sistem keamanan. Namun jangan salah, BlackBerry kini sudah mulai ‘dilirik’ oleh para pembuat virus.

“Kemunculan virus BlackBerry tinggal tunggu tanggal mainnya, karena sebenarnya BlackBerry sudah memenuhi syarat untuk dijadikan sasaran para pembuat vrus,” tutur Alfons Tanujaya, analis antivirus dari Vaksincom kepada detikINET, Senin, (11/1/2010).

Menurut Alfons ada beberapa kriteria yang membuat para pembuat virus mulai melancarkan aksinya pada sistem tersebut, antara lain:

  • Market Leader: Saat ini pengguna BlackBerry terus meningkat tajam, dan bukan tidak mungkin bahwa ke depannya BlackBerry bakal menjadi pemimpin pasar di bidang ponsel pintar.
  • Bahasa Pemograman yang mudah: Memang hingga kini programer yang mengerti akan sistem coding dalam BlackBerry masih terbatas, namun dapat dipastikan jumlah pengembang aplikasi untuk sitem BlackBerry akan terus meningkat.
  • Banyaknya aplikasi pihak ketiga: Mungkin salah satu cara virus memasuki suatu sistem operasi yakni menggunakan aplikasi pihak ketiga. Nah, makin maraknya aplikasi yang beredar untuk BlackBerry memungkinkan juga virus menyusup melalui aplikasi tersebut.

Namun pengguna BlackBerry jangan merasa panik terlebih dahulu, karena menurut pengamatan Alfons dalam setahun ke depan belum tentu ada virus untuk BlackBerry.

“Saya rasa hingga tahun depan virus untuk BlackBerry belum ada. Namun mengingat pertumbuhan aplikasi untuk BlackBerry cukup pesat, bisa saja virus datang lebih cepat,” pungkasnya.(Detikinet)